20090903

GEMPA TASIK 02/09/2009

GEMPA TASIK 7,3 SKALA RICHTER (02 September 2009)


BMG.GO.ID
http://www.bmg.go.id/dataDetail.bmkg?Jenis=Teks&IDS=5408481373414691018&IDD=2406395932382324011

bimbel.blogspot:
Daerah daerah pantai pasti lebih terasa gempanya karena gempa ini berpusat di laut tasik di tengah laut. Besar gempa di laut dengan skala richter sekitar 7.3 jadi ya. Dari yang saya terima gempa tersebut dengan keterangan sebagai berikut:

Info Gempa Mag: 7.3 SR 02-Sep-09 14:55:00 WIB
Loc: 8.24 LS-107,32 BT (142 km Barat Daya Tasikmalaya – Jabar),
Kedalaman: 30 Km. Potensi Tsunami untk diteruskan pada masyarakat BMKG

Gempa Bumi di Tasik sendiri katanya terasa sampai 5 skala richter ya mungkin terasa besar, gempa sebesar ini bisa merusak tembok tembok bangunan, mungkin nanti bisa dilihat diberita dengan lebih jelas.

tvone.com:
Jakarta, (tvOne)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (2/9), menyebutkan, terjadi gempa susulan di Tasikmalaya, Jawa Barat menyusul gempa sebelumnya.

Menurut BMKG, gempa susulan sebesar 5,4 SR pada pukul 16.28.45 WIB dengan lokasi di 8.14 lintang selatan dan 107.28 bujur timur, atau sekitar 137 kilometer barat daya Tasik Malaya, Jawa Barat.

"Pusat gempa susulan ini terjadi dengan kedalaman 15 kilometer," demikian disampaikan BMKG.

Gempa pertama terjadi dengan kedalaman 30 kilometer pada pukul 15.55 WIB dengan skala 7,3 SR. (VIVAnews)

vivanews.com

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mendengar adanya laporan gempa dahsyat di Tasikmalaya yang terasa juga di Jakarta dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Presiden SBY langsung memberikan instruksi kepada Gubernur Jawa Barat.

"Tadi Bapak Presiden mendapatkan laporan adanya gempa dari BMKG dan beliau meminta saya untuk menelepon Gubernur Jawa Barat dan Bupati Tasikmalaya," kata Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 2 September 2009.

Presiden SBY langsung memberikan perintah agar pemerintah daerah setempat segera melakukan langkah-langkah semestinya. Tindakan dan langkah utama itu untuk mengamankan masyarakat.

"Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan, karena komunikasi terganggu," ujar Hatta.

Gempa bumi yang terasa di Jakarta ternyata berpusat di 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa ini terjadi di kedalaman 30 km dari permukaan laut dan berpotensi tsunami. Gempat tercatat terjadi sekitar pukul 14.55 WIB, Rabu, 2 September 2009 dan berpusat pada 8,24 LS.

antaranews.com

Pakar: Gempa Tasik Bukan Rambatan dari Sumatera


Jakarta (ANTARA News) - Pakar Geologi ITB Dr Afnimar mengatakan, gempa Tasikmalaya, Jawa Barat, berkekuatan 7,3 Skala Richter Rabu sore bukan merupakan rambatan gempa dari Siberut, Sumatera Barat, yang terjadi pagi hari 09.08 WIB.

"Gempa Sumatera memicu gempa di Jawa, secara saintifik tidak masuk akal. Karena lokasinya terlalu jauh," kata Afnimar yang dihubungi dari Jakarta di Bandung, Rabu malam.

Menurut dia, semua kawasan di sepanjang pantai barat Sumatera hingga pantai selatan Jawa sampai pantai selatan Nusa Tenggara berpotensi terjadi gempa karena terletak di tumbukan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia.

Jadi, masing-masing lokasi di kawasan itu memiliki zona gempa sendiri-sendiri yang tidak saling terkait antara zona satu dengan zona lainnya, "Kebetulan saja terjadi dua gempa yang dirasakan dalam satu hari," ujar dia.

"Gempa itu terjadi jika di suatu lokasi terdapat penumpukan atau akumulasi energi yang sudah tak bisa ditahan lagi oleh titik tersebut. Gempa tersebut bisa saja memicu gempa susulan di sekitarnya, tetapi masih tetap di zona yang sama," katanya.

Namun ia mengakui, suatu gempa yang besar bisa saja dirasakan hingga ke lokasi yang sangat jauh, misalnya gempa yang berpusat di 142 barat daya Kota Tasikmalaya ini juga dirasakan oleh penduduk Denpasar, Bali.

"Gempa itu getarannya bisa saja dirasakan ke seluruh dunia, tapi jika gempanya sangat besar. Kalau gempa Tasikmalaya tentu saja tak akan bisa dirasakan di Amerika Serikat karena terlalu jauh," kata Afnimar.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi danGeofisika (BMKG), gempa Tasikmalaya di kedalaman 30 km itu dapat dirasakan di Jakarta sebesar IV modified mercalli intensity (MMI).

Pada III-IV MMI disebutkan gempa dirasakan semua orang, IV-V gempa dirasakan semua orang tanpa ada kerusakan bangunan, dan V-VI terjadi gempa yang mengakibatkan kerusakan bangunan.

Sedangkan di Bandung dilaporkan guncangan sekitar II - III MMI, II - III MMI di Tangerang , II MMI di Tegal, V-VI di Puncak, IV-V di Depok, II-III di Subang, VI di Sukabumi, III di Cibinong, IV-V di Purwokerto, II di Klaten, III di Bekasi, II di Wonosari, II - III di Denpasar.
(*)

inilah.com

INILAH.COM, Bengkulu - Gempa besar yang mengguncang wilayah Tasikmalaya, Jabar dan berkekuatan 7,3 skala Richter (SR) terasa cukup kuat di Bengkulu. Warga pun berhamburan keluar rumah.

"Kami berusaha ke luar ruangan kerja mencari tempat aman, karena berdasarkan pengalaman setiap gempa besar selalu ada susulan yang menakutkan," kata Haryadi, salah seorang pegawai kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (2/9).

Menurut Haryadi, getaran terjadi sekitar pukul 14.40 WIB itu membuat panik warga yang masih trauma oleh dua kali gempa besar yang melanda Bengkulu. Kawasan itu pernah diguncang gempa besar pertama pada tahun 2000 berkekuatan 7,3 SR, kemudian kembali terjadi dengan kekuatan 7,9 SR pada September 2007.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,3 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terjadi sekitar pukul 06.47 WIB. Namun belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa lainnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berkekuatan 5,3 SR itu terjadi pada episentrum 1,41 lintang selatan (LS) dan 99,31 bujur timur (BT) dengan pusat berada di 52 Km Tenggara Siberut Mentawai, Sumbar dengan kedalaman sepuluh kilometer. Menurut BMKG gempa tersebut bisa dirasakan getarannya di Kota Padang III-IV modified mercalli intensity (MMI) dan di Mentawai juga cukup besar.

Data dari BMKG, selama bulan Agustus Provinsi Sumbar diguncang gempa sekitar 22 kali dengan kekuatan berkisar 4,8 SR hingga 6,9 SR. Guncangan gempa terbesar terjadi 16 Agustus sekitar pukul 14.38 WIB dengan kekuatan 6,9 SR pada episentrum 1,64 LS dan 99,12 BT dengan pusat berada di 43 Km tenggara Siberut Mentawai pada kedalaman 32 Km. [*/fiq]




sumber:http://www.menkokesra.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=12491

Gempa Tasik Tewaskan 46 Orang
KESRA-- 3 SEPTEMBER: Hingga pukul 11.00 WIB Kamis ini (3/9), korban meninggal akibat gempa bertambah lagi
menjadi 46 orang. Puluhan lainnya dikabarkan masih hilang.
KOMPAS/ AGUSTINUS HANDOKO Proses evakuasi korban yang tertimbun longsor paska gempa Cicangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Kamis (3/9). Evakuasi sulit dilakukan karena material longsoran
berupa batu-batuan. /Menurut laporan Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB), korban itu tersebar, yakni 10 orang di Kabupaten Cianjur, 10 orang di Kabupaten Garut, 2 orang di Kabupaten
Sukabumi, 9 orang di Kabupaten Tasikmalaya, 8 orang di Kabupaten Bandung, 1 orang di Kabupaten Bandung Barat, 2
orang di Kabupaten Bogor dan 4 orang di Kabupaten Ciamis.
Meski demikian jumlah ini dikhawatirkan terus bertambah karena laporan sebelumnya yang diterima Redaksi
Kompas.com dari Kecamatan Cibinong, Cianjur, menyebutkan sedikitnya ada 13 jenazah ditemukan tertimbun longsoran
tanah dan batu yang menimpa perumahan warga.
Selain itu, sebanyak 10 orang yang ditemukan mengalami luka berat dan 137 orang luka ringan.
Data sementara jumlah pengungsi sebanyak 450 jiwa di Kabupaten Tasikmalaya dan 180 jiwa di Kabupaten Kuningan.
Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan ribuan rumah rusak berat dan rusak ringan.
Data Pusdalops BNPB menyebutkan sebanyak 8.835 unit rumah rusak berat dan 10.106 unit rumah rusak ringan
terdapat di 10 kabupaten/kota. Data kerusakan terbanyak terdapat di Kabupaten Ciamis sebanyak 5.085 unit rusak berat
dan 6.211 unit rusak ringan.
Sementara itu, di Kabupaten Garut tercatat sebanyak 965 unit rumah roboh/rusak berat, 1.840 unit rumah rusak ringan,
dan 298 unit sekolah, 160 unit tempat ibadah, serta 14 unit kantor juga mengalami kerusakan.
Selain di Jawa Barat, dampak gempa juga terjadi di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, sebanyak 300 unit rumah rusak
berat dan 282 unit rusak ringan.
Sejauh ini BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat bersama Depsos dan Depkes ke lokasi kejadian bencana gempa
bumi di Jawa Barat dengan membawa bantuan berupa: tenda pleton 40 unit, tenda regu 80 unit, tenda keluarga 100 unit,
tenda gulung 1000 unit, alat dapur 400 set, sandang 400 unit, kidware 400 unit, family kid 400 unit, selimut 1000 buah
dan tikar 1.000 lembar. (koh)
============================================================================================
=====
Suasana pilu merayapi warga yang berada di lokasi longsor akibat gempa di Desa Cikangkareng, Cibinong, Kabupaten
Cianjur. Sebanyak 46 orang masih tertimbun longsor dan belum bisa dievakuasi.
Petugas penyelamat dari kepolisian dibantu warga hingga kini terus melakukan pencarian. Tadi malam, tim evakuasi
hanya berhasil mengevakuasi 11 jenazah. Evakuasi terkendala karena medan longsor yang berbatu, sedangkan alat
berat tidak bisa masuk ke lokasi kejadian.
Tidak disangka, di desa ini ternyata banyak sekali korban tewas. Saat gempa terjadi, bukit batu longsor mengubur 10
hektar permukiman di desa setempat. FIA
AFP PHOTO/ADEK BERRY Polisi mengevakuasi korban tewas tertimpa longsor akibat gempa di Desa Cikangkareng,
Cibinong, Kabupaten Cianjur, Kamis (3/9). Foto diambil dari Kompas.com
AP PHOTO/IRWIN FEDRIANSYAH Lokasi longsor akibat gempa yang mengubur permukiman di Desa Cikangkareng,
Cibinong, Kabupaten Cianjur, Kamis (3/9)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

[...]Ketika Gempa, Jangan Turun Lewat Tangga - Saat terjadi gempa, biasanya warga Jakarta yang berada di gedung-gedung pencakar langit langsung berhamburan menuju tangga darurat untuk turun ke halaman. Kebiasaan ini ternyata tidak benar. Sebab, tangga adalah bagian dari gedung yang paling tidak tahan gempa alias paling mudah runtuh[...]